English
English
Vietnam

Asian Football Confederation atau AFC resmi mengumumkan perubahan besar dalam regulasi kompetisi klub yang akan mulai diberlakukan pada musim 2027-28. Salah satu aturan paling signifikan adalah kewajiban penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di liga domestik tertinggi setiap negara anggota yang ingin berpartisipasi di ajang elit klub Asia. Kebijakan ini menjadi langkah penting AFC dalam meningkatkan standar wasit dan konsistensi keputusan di seluruh kompetisi tingkat atas.
Dalam aturan baru tersebut, liga domestik yang belum menerapkan VAR di kompetisi teratasnya tidak akan mendapatkan jatah untuk tampil di kompetisi utama seperti AFC Champions League Elite. Artinya, penggunaan VAR tidak lagi bersifat pilihan, melainkan menjadi syarat mutlak bagi negara anggota yang ingin mempertahankan atau meraih slot di level tertinggi sepak bola klub Asia. Selain itu, AFC juga menetapkan penyesuaian lain terkait format kompetisi dan jumlah pertandingan minimum yang harus dijalani klub dalam sistem liga domestik.
Perubahan ini merupakan hasil evaluasi panjang melalui proyek pengembangan yang melibatkan berbagai asosiasi anggota sejak 2025. Regulasi baru tersebut tidak hanya berlaku untuk kompetisi pria, tetapi juga akan diperluas ke ajang sepak bola wanita pada siklus berikutnya. Tujuannya adalah menciptakan standar kompetisi yang lebih seragam dan profesional di seluruh kawasan Asia, sehingga kualitas pertandingan dapat meningkat secara keseluruhan.
Dalam konteks tertentu, aturan ini juga berdampak pada negara seperti India yang saat ini belum memiliki slot di kompetisi tertinggi Asia. Posisi tersebut dipengaruhi oleh peringkat liga dalam sistem penilaian AFC, di mana hanya enam liga teratas yang berhak mendapatkan jatah di level elite. Dengan peringkat yang masih di luar enam besar, klub dari India saat ini hanya berpartisipasi di kompetisi tingkat kedua, meskipun tetap mendapatkan kesempatan untuk bersaing dan memperoleh pengalaman di level kontinental.